Pengaruh Pupuk Hayati dan Anorganik Terhadap Populasi Bakteri Pelarut Fosfat, Kandungan Fosfat (P) dan Hasil Tomat Hidroponik
DOI:
https://doi.org/10.15575/biodjati.v3i1.2251Keywords:
hidroponik, pupuk hayati, tanaman tomat.Abstract
Pada sistem hidroponik, pemberian pupuk anorganik dan pupuk hayati dilakukan untuk meningkatkan hasil tanaman karena pupuk anorganik menyediakan unsur hara dan pupuk hayati menghasilkan fitohormon yang meningkatkan pertumbuhan tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian pupuk hayati yang dikombinasikan dengan pupuk anorganik terhadap populasi bakteri pelarut fosfat, kandungan fosfat (P) dan hasil tanaman tomat. Penelitian ini dilakukan menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) dengan 7 perlakuan kombinasi pupuk anorganik (konsentrasi 100%, 75%, dan 50%), pupuk hayati (konsentrasi 100%, 75%, 50%, dan 25%) 4 ulangan. Data yang diperoleh dianalisis secara statistik untuk melihat pengaruh perlakuan. Hasil percobaan menunjukkan bahwa kombinasi pupuk anorganik dan pupuk hayati menunjukkan hasil yang tidak berbeda nyata terhadap populasi bakteri pelarut fosfat, kandungan P, dan hasil tanaman tomat pada sistem hidroponik.
References
Antonius, S., Agustyani, D., Antonius, Imamuddin, Dewi, & Laili. (2014). Kajian Bakteri Penghasil Hormon Tumbuh IAA Sebagai Pupuk Organik Hayati dan Kandungan IAA selama Penyimpanan (Diakses pada tanggal 3 Maret 2018, http://balittro.litbang.pertanian.go.id/wp-content/uploads/2015/10/35-Sarjiya-Kajian-Bakteri-Penghasil-Hormon.pdf.)
Astari, W., Purwani, K. I., & Anugerahani, W. (2014). Produktivitas Tanaman Tomat ( Solanum lycopersicum L.) Var. Tombatu di PT Petrokimia Gresik. Jurnal Sains Dan Seni Pomits, 2(1), 2–5.
Basuki, T.A. (2008). Pengaruh Macam Komposisi Hidroponik terhadap Pertumbuhan Hasil Selada (Lactuca sativa L.). Skripsi. Yogyakarta: Fakultas Pertanian Universitas Gadjahmada.
Blanco, & Baker. (2007). Interaction Between Plant and Beneficial Pseudomonas spp: Exploiting Bacterial Traits for Crop Pro-tection. (Rev. 92). Hh. 367-389.
Departemen Proteksi Tanaman IPB. (2011). Embun Tepung. (Diakses pada tanggal 14 Januari 2018 dari http://www.opete.info/detail2.php?idp=745)
Ekaputri, N. (2008). Harvested Area Influence to Production of Food and Estate Crops in East Kalimantan. Pengaruh Luas Panen Terhadap Produksi Tanaman Pangan Dan Perkebunan Di Kalimantan Timur, 5(2), 36–43.
Ermina. (2010). Media Tanaman Hidroponik dari Arang Sekam (Diakses pada tanggal 8 Januari 2018 dari http://www.bbpp-lembang.info/index.php/arsip/artikel/artikel-pertanian/503-media-tanaman-hidroponik-dari-arang-sekam).
Fitriatin, B.N., Yuniarti, A., Mulyani, O., Fauziah, F.S., & Tiara, M.D. (2009). Pengaruh Mikroba Pelarut Fosfat (MPF) dan Pupuk P terhadap P Tersedia, Aktivitas Fosfatase, P Tanaman dan Hasil Padi Gogo (Oryza sativa L.) pada Ultisol. Jurnal Agrikultura, 20 (3): 210-215.
Herlina, N., Fitriani, W., Kunci, K., Jagung, :, Daun, P., & Jantan, P. B. (2017). Pengaruh Persentase Pemangkasan Daun Dan Bunga Jantan Terhadap Hasil Tanaman Jagung (Zea mays L.). Jurnal Biodjati, 2(2).
Husna. (2013). Pemanfaatan Pupuk Hayati (Pseudomonas flourescens) untuk Meningkatkan Efisiensi Pemupukan pada Tanaman Tomat. Skripsi. Lampung: Fakultas Pertanian Universitas Lampung.
Kartika. E., Yusuf, R. & Syakur, A. (2015). Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Tomat (Lycopersicum esculentum Mill.) pada Berbagai Persentase Naungan. Jurnal Agrotekbis, 3 (6), 717-724.
Kartikawati, A., Trisilawati, O., & Darwati, I. (2017). Pemanfaatan Pupuk Hayati (Biofetilizer) Pada Tanaman Rempah dan Obat. Jurnal Prespektif, 16(1), 33–43.Menurut Provinsi (Diakses pada tanggal 3 Mei 2017 dari http://www.pertanian.go.id/ap_pages/mod/datahorti).
Kementrian Pertanian. (2015). Produksi Tomat Menurut Provinsi (Diakses pada tanggal 3 Mei 2017 dari http://www.pertanian.go.id/ap_pages/mod/datahorti).
Lingga, P. (2009). Hidroponik: Bercocok Tanam Tanpa Tanah (Edisi Revisi). Jakarta: Penebar Swadaya.
Listiana, N., Nawawi, & Wardiyati. (2010). Pengaruh Media Tanam dan Pupuk SP 36 terhadap Pertumbuhan Tanaman Gladiol (Gladiolus hybridus L.). Jurnal Buana Sains, 10 (2), 47-152.
Marliah, A., Hayati, M., & Muliansyah, I. (2012). Pemanfaatan Pupuk Organik Cair Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Beberapa Varietas Tomat (Lycopersicum esculentum L.). Jurnal Agrista, 16(3),
–128.
Masfufah, A., Supriyanto, A., & Surtiningsih, T. (2015). Pengaruh Pemberian Pupuk Hayati (Biofertilizer) pada Berbagai Dosis Pupuk dan Media Tanam yang Berbeda terhadap Pertumbuhan dan Produkivitas Tanaman Tomat (Lycopersicon esculentum) pada Polybag (Diakses pada tanggal 15 Januari 2018 dari http://journal.unair.ac.id/download-fullpapers-biologif889051352full.pdf)
Novriani. (2010). Alternatif Pengelolaan Unsur Hara P (Fosfor) pada Budidaya Jagung. Jurnal Agronobis, 2 (3): 42-49.
Rahmat. (2013). Kutu Kebul/Kutu Putih (Bemisia tabaci) (Diakses pada tanggal 12 Januari 2018, dari http://www. taniorganik.com/kutu-kebulkutu-putih-bemisia-tabaci/).
Sastrosiswojo, S., Uhan, & Sutarya. (2005). Penerapan Teknologi PHT pada Tanaman Kubis. Bandung: Balai Penelitian Tanaman Sayuran.
Setiawati, M.R., Suryatmana, P., Hindersah, R., Fitriatin, B.N. dan Herdiyantoro, D. (2014). Karakterisasi Isolat Bakteri Pelarut Fosfat untuk Meningkatkan Ketersedian P pada Media Kultur Cair Tanaman Jagung (Zea mays L.). Bionatura - Jurnal Ilmu-Ilmu Hayati Dan Fisik, 16(1), 30–34.
Simanungkalit, R. D. M, Surdiakarta, Saraswati, Setyorini, & Hartatik. (2006). Pupuk Organik dan Pupuk Hayati (Diakses pada tanggal 8 Januari 2018 dari http://balittanah.litbang.pertanian.go.id/ind/index.php/berita-terbaru-topmenu-58/563-hayati121).
Stevenson, F.J. (1994). Humus Chemistry: Genesis, Composition, Reactions. (2nded). New York: Wiley.
Wasonowati, C. (2011). Meningkatkan Pertumbuhan Tanaman Tomat (Lycopersicon esculentum Mill) dengan Sistem Budidaya Hidroponik. Madura: Fakultas Pertanian Universitas Trunojoyo.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
Citation Check
License
Copyright and Attribution:
Copyright of published in Jurnal Biodjati is held by the journal under Creative Commons Attribution (CC-BY-NC-ND) copyright. The journal lets others distribute and copy the article, create extracts, abstracts, and other revised versions, adaptations or derivative works of or from an article (such as an tranlation), include in collective works (such as an anrhology), text or data mine the article, as long as they credit the author(s), do not represent the author as endorsing their adaptation of the article and do not modify the article in such a way as to damage the author's honor or reputation.
Permissions:
Authors wishing to include figures, tables, or text passages that have already been published elsewhere and by other authors are required to obtain permission from the copyright owner(s) for both the print and online format and to include evidence that such permission has been granted when submitting their papers. Any material received without such evidence will be assumed to originate of one of the authors.
Ethical matters:
Experiments with animals or involving human patients must have had prior approval from the appropriate ethics committee. A statement to this effect should be provided within the text at the appropriate place. Experiments involving plants or microorganisms taken from countries other than the authors own must have had the correct authorization for this exportation.