STRATEGI PENGUATAN INDUSTRI KEUANGAN SYARIAH DI ERA MEA
DOI:
https://doi.org/10.15575/fjsfm.v2i2.14947Keywords:
Strategi, Industri Keuangan Syariah (IKS), Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA)Abstract
Ekonomi Syariah Indonesia dalam Global Islamic Economy Index (GIEI) 2020/2021 menempati posisi ke-4 di dunia, meningkat satu peringkat dari tahun 2019. Kemudian, Islamic Finance Development Indicators (IFDI) 2020 dari The Islamic Corporation for the Development (ICD), The Islamic Development Bank (IsDB) dan Revintiv menempatkan Indonesia pada posisi kedua keuangan syariah dunia, naik dari posisi empat pada tahun lalu. Namun, Indonesia tidak bisa berbangga terlebih dahulu dengen pencapaian tersebut, karena masih banyak kekurangan-kekurangan yang menghampat peran IKS di era MEA yang semakin ketat persaingannya ini. Beberapa kekurangan tersebut berkaitan dengan dukungan pemerintah, kesadaran masyarakat, kualitas dan kuantitas sumber daya manusia, kekurangan modal dan pendanaan, pengawasan keuangan mikro, dan transparansi serta tata kelola yang baik. Oleh sebab itu diperlukan strategi utama agar dapat meningkatkan infrastruktur dan kemampuan sistem keuangan syariah, mengatasi kesenjangan yang ada, memperbaiki kinerja kelembagaan, menciptakan peluang baru di pasar domestik dan internasional, dan memosisikan Indonesia sebagai pemain utama dalam keuangan syariah di ASEAN.
References
Editor. (2021, Februari 19). Peran Indonesia dalam Bidang Ekonomi di ASEAN. Dipetik Oktober 24, 2021, dari INDO MARITIM ID: https://indomaritim.id/peran-indonesia-dalam-bidang-ekonomi-di-asean/
Editor. (2021, September 16). Tujuan Masyarakat Ekonomi ASEAN, Dampak & Tantangan Bagi Indonesia. Dipetik Oktober 24, 2021, dari tirto.id: https://tirto.id/tujuan-masyarakat-ekonomi-asean-dampak-tantangan-bagi-indonesia-gjst
Hidayat, Y. R. (2018). ANALISIS PELUANG DAN TANTANGAN LEMBAGA KEUANGAN SYARIAHUNTUK MENINGKATKAN DAYA SAING MENGHADAPI MASYARAKAT. Amwaluna: Jurnal Ekonomi dan Keuangan Syariah Vol.2, No.2, 165-181.
Khikmatin, A., & Setianingsih, P. (2021). ANALISIS PELUANG DAN TANTANGAN LEMBAGA KEUANGAN SYARIAH DALAMUPAYA MENINGKATKAN DAYA SAING TERHADAP LEMBAGA KEUANGANKONVENSIONAL DI INDONESIA. Al-Iqtisahod: Jurnal Ekonomi Syariah, Vol. 3., No.1, 49-63.
KNEKS. (2019). One Data Center. Dipetik Oktober 12, 2021, dari kneks.go.id: https://kneks.go.id/storage/upload/1573459280-Masterplan%20Eksyar_Preview.pdf
Kolistiawan, B. (2017). Tantangan Lembaga Keuangan Syariah dalam Mengahadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN. Muqtasid 8(1), 54-64.
Mensari, R. D., & Dzikra, A. (2017). Islam dan Lembaga Keuangan Syariah. AL-INTAJ Vol. 3, No. 1.
Rijal, N. K. (2017). PELUANG EKONOMI SYARIAH PADA ERA MASYARAKAT EKONOMI ASEAN. Dauliyah, Vol. 2, No. 2, 259-278.
Salman, K. R. (2017). Akuntansi Perbankan Syariah : Berbasis PSAK Syariah. Jakarta: PT. Indeks.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgment of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgment of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).