MEMBANGUN GENERASI UNGGUL DENGAN BUDAYA LITERASI MELALUI KEPEMIMPINAN PENDIDIKAN
DOI:
https://doi.org/10.15575/isema.v2i1.4992Abstract
Penelitian ini bertolak dari fenomena yang terjadi pada pesantren yang masih belum kuat mengembangkan budaya literasi dalam menciptakan generasi yang unggu melalui kepemimpinan pendidikan. Tujuan penelitian ini adalah untuk memahami budaya literasi terutama terkait dengan pola, respon dan tantangannya pada pesantren melalui kepemimpinan pendidikan. Dengan diketahuinya budaya literasi pada pesantren maka akan dapat mengembangkan keunggulan generasi mendatang. Penelitian ini berangkat dari pemikiran bahwa untuk dapat mengembangkan generasi yang unggul maka sangat diperlukan budaya literasi yang baik terutama di pesantren melalui kepemimpinan pendidikan. Metode penelitian yang dilakukan dalam penelitian ini adalah metode deskriptik dengan analisis logis. Pendekatan penelitian adalah kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan melakukan wawancara dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa telah terjadi budaya literasi pada lembaga pendidikan Islam pesantren dengan pola, respon dan tantangannya melalui kepemimpinan pendidikan yang berbeda antara pesantren al- aqsho dan al-Ihsan tetapi problem umumnya masih sama yaitu masalah SDM dan Fasilitas.Downloads
Published
2019-06-23
Issue
Section
Articles
License
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgment of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgment of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).