PENGARUH TINGKAT PENGGUNAAN EM4 (Effective Microorganisms-4) PADA FERMENTASI LIMBAH PADAT BIOETANOL TERHADAP KANDUNGAN PROTEIN DAN SERAT KASAR
Keywords:
Effective Microorganisms-4 (EM-4), fermentasi, limbah bioetanol, pakan ternak, protein, serat kasarAbstract
Upaya penggunaan bahan bakar nabati atau yang sering disebut bioetanol sebagai pengganti bahan bakar minyak fosil sedang ditingkatkan. Selain lebih ramah lingkungan, mampu diproduksi secara terus menerus, juga bahan yang digunakan untuk membuat bioetanol sangat banyak terdapat di alam termasuk bermacammacam limbah. Salah satu bahan baku pembuatan bioetanol yang sudah banyak digunakan adalah singkong. Proses pembuatan bioetanol menghasilkan limbah baik padat ataupun cair. Keberadaan limbah padat bioetanol biasanya dimanfaatkan untuk pakan ternak. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kandungan protein dan menurunkan serat kasar limbah padat bioetanol sehingga bisa dijadikan pakan yang lebih baik untuk pertumbuhan hewan ternak. Limbah bioetanol difermentasi dengan EM4 (Effective Microorganisms 4). Rancangan yang digunakan adalah rancangan acak lengkap pada faktorial 5 x 2 dengan 5 kali pengulangan. Faktor pertama adalah perlakuan EM-4, yaitu A=0%, B=0.25%, C=0.5%, D=0.75%, dan E=1%. Masing-masing unit percobaan menggunakan 250 g sampel limbah. Faktor kedua adalah lamanya fermentasi yaitu selama 4 hari dan 8 hari.Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan terbaik yaitu penambahan EM-4 sebanyak 1% yang difermentasi selama 4 hari adalah yang terbaik, dengan kandungan protein 3.53% dan kandungan serat kasar 13.19%.References
Putra, Hijrah Purnama, Gusti
Nurlaila F., Awaludin N. 2013.
Optimalisasi Waktu Fermentasi
dan Penggunaan Ragi dalam
Pembuatan Bioetanol dari Kulit
Singkong. Prosiding Seminar
Nasional Menuju Masyarakat
Madani dan Lestari. Jurusan
Teknik Lingkungan, Fakultas
Teknik Sipil dan Perencanaan,
Universitas Islam Indonsia.
Siman, Maxima. 2015. Bahan
Bakar Nabati di Indonesia :
Bioetanol.
mahs/ bahan-bakar-nabati-diindonesia- bioetanol_54f9370ca33311ae06
b49]. Diakses pada 09 April
Rukmana dan Yuniarsih. 2011.
Aneka Olhan ubi Kayu.
Yogyakarta: Kanisius.
Fitriyani, Ai. 2013. Pengaruh
Penggunaan Jamur
Trichoderma viride terhadap
Perubahan Kandungan Nutrisi
pada Proses Fermentasi Limbah
Padat Pengolahan Bioetanol
Singkong (Manihot esculenta).
[Skripsi]. UIN Bandung.
Winarno, F.G. 1980. Bahan
Pangan Terfermentasi. Bogor:
Pusat Penelitian dan
Pengembangan Teknologi
Pangan Institut Pertanian Bogor.
Akbar, Rahmat Taufiq Mustahiq.
Peningkatan Nutrisi
Limbah Produksi Bioethanol
dari Singkong Melalui
Fermentsi oleh Konsorsium
Saccharomyces cerevisiae dan
Trichoderma viride. [Skripsi].
Bandung : Universitas Islam
Negeri Sunan Gunung Djati
Bandung. h 58
Akmal J., Andayani dan S.
Novianti. 2004. Evaluasi
kandungan NDF, ADF dan
hemiselulosa pada jerami padi
amoniasi yang difermentasi
dengan menggunakan EM-4.
Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu
Peternakan. Vol.7 No.3: 168-
Islamiyati, R. 2014. Nilai Nutrisi
Campuran Feses Sapi Dan
Beberapa Level Ampas Kelapa
yang Difermentasi dengan
EM4. Buletin Nutrisi dan
Makanan Ternak. Vol 10(1) h
Paramarta. Gilang Dayinta. 2013.
Pengaruh Penambahan Nitrogen
dan Sulfur pada Fermentasi
Limbah Padat Pengolahan
Bioethanol oleh Konsorsium
Trichoderma viride dan
Saccharomyces cerevisiae
terhadap Protein Kasar dan Non
Protein Nitrogen. [Skripsi].
Sumedang : Fakultas Peternakan
Universitas Padjadjaran. h 28
Lehninger, Albert L. 1982.
Dasar-dasar Biokimia Jilid 2.
Jakarta: Erlangga
Poedjiadi, Ana dan F.M. Tintin
Supriyanti. 2009. Dasar-dasar
Biokimia. Jakarta: UI-Press.
Ngili, Yohanis. 2009. Biokimia:
Metabolisme & Bioenergetika.
Yogyakarta : Graha Ilmu.
Thantowi, A dan Nuswantara, S.
Efek sumber karbon
berbeda terhadap produksi α-
glukan oleh Saccharomyces
cerevisiae pada fermentor air
lift. Junal Nature Indonesia.
Vol. 13. No. 2
Sari, Duwi Maida. 2013.
Pengaruh Fermentasi oleh
Konsorsium Aspergillus niger
dan Sacharomyces cerevisiae
Terhadap Kandungn Nutrisi
Limbah Padat Pengolahan
Bioethanol yang Berasal dari
Singkong (Manihot esculenta).
[skripsi]. Bandung : UIN SGD
Bandung.
Sutisna, Andri. 2013. Pengaruh
Fermentasi Limbah Padat
Pengolahan Bioetanol dari
Singkong (Manihot esculenta)
Menggunakan Saccharomyces
cerevisiae Terhadap Kandungan
Gizi Limbah. [Skripsi].
Bandung: UIN Sunan Gunung
Djati Bandung.
Santoso, Urip dan I.Aryani.
Change in Chemical
Compsosition of Cassava
Leaves Fermented by EM4.
Jurnal Sains Perernakan
Indonesia. Vol. 2 No. 2.
Tifani, Muhammad Anjang, Sri
Kumalaningsih, dan Arie
F.Mulyadi. 2015. Produksi
bahan pakan ternak dari ampas
tahu dengan fermentasi
menggunakan EM4 (Kajian pH
awal dan lama waktu
femrnetasi). Jurnal Fakultas
Teknologi Pertanian.
Universitas Brawijaya. Malang.
Sunaryanto, Roqif, Efrida
Martius, dan Bambang
Marwoto. 2014. Uji
Kemampuan Lactobacillus
casei sebagai Agensia
Probiotik. Jurnal Bioteknologi
dan Biosains Indonesia.
Vol.01, No. 1 . ISSN: 2442-
Zubaidah, Elok. 2006.
Pengembangan Pangan
Probiotik Berbasis Bekatul.
Jurnal Teknologi Pertanian,
Vol. 7 No. 2. hal 89-95
Ikram, Muhammad Mohsin
Javed, Tehmina Saleem Khan
dan Zafar Siddiq. 2005. Cotton
Saccharifying Activity of
Cellulases Produced by Coculture of Aspergillus niger
and Trichpderma viride. Res.
J. Agriculture and Biology
Science. Vol 1, No.3 : hal 241-
Ginting, S.P., dan Krisnan R.
Produks etanol
menggunakan Sccharomyces
cereviceae yang dimobilisasi
dengan agar batang. Akta
Kimindo. 1 (2).
Pelczar dan Chan, 2006. Dasardasar Mikrobiologi Jilid 1.
Jakarta: UI-Press.