Internet sebagai Ruang Baru Kontestasi Diskursus Agama dan Politik: Kajian atas Diskursus Islam, Demokrasi dan Pancasila pada Website Keislaman Populer di Indonesia

Authors

  • M. Mujibuddin Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga
  • M. Fakhru Riza Universitas Ahmad Dahlan

DOI:

https://doi.org/10.15575/jispo.v11i2.14148

Keywords:

Ruang Publik, Politik Islam, Media Baru, Ideologi Website, Website Keislaman.

Abstract

The internet as a new medium has now become a contested space for political discourse. Focusing its analysis on eight popular Islamic websites in Indonesia, this paper examines how popular Islamic websites promote the concept of Islam and politic as seen in the issues of Pancasila, democracy, and Islamic state. The required data were collected through the method of web scraping. By using Lutfi Assyaukani's theory of three models of democracy in Indonesia, the results of this study indicate that the selected eight websites were classified into three variants of the political ideology model: First, websites that support religious democracy that are represented by the websites Nu.or.id, Islami.co, Ibtimes.id, and Bincangsyariah.com; second, websites that support Islamic democracy that are represented by Hidayatullah.com and Eramuslim.co.; and third, websites that support the Islamic caliphate that are represented by Voa-Islam.com and Nahimunkar.org, which rejected the form of a democratic state, both Islamic democracy and religious democracy, but accepted the Pancasila version of the Jakarta Charter.

References

Al-Maududi, Abul A’la. 1995. Hukum dan Konstitusi Sistem Politik Islam. Bandung: Mizan.

Abdurrahman, Syarif. 2019. “Gus Sholah: Tidak Perlu Istilah NKRI Bersyariahâ€. Diakses pada 13 Juli 2020 dari (https://www.nu.or.id/post/read/109815/gus-sholah--tidak-perlu-istilah-nkri-bersyariah-).

Abidin, Ali Zainal. 2019. “Hukum Menerapkan Perda Syariahâ€. Diakses pada 15 Juli 2020 dari (https://islami.co/hukum-menerapkan-perda-syariah/).

Al Amin, Ainur Rofiq. 2012. Membongkar Proyek Khilafah Ala Hizbut Tahrir Indonesia. Yogyakarta: LKiS Pelangi Aksara.

Ali, Athian. 2020. “Memaksa Umat Islam Kembali ke Piagam Jakartaâ€. Diakses pada 18 Juli 2020 dari (https://www.voa-islam.com/read/world-analysis/2020/07/27/72984/memaksa-umat-islam-kembali-ke-piagam-jakarta/).

Aljawi, Fawwas M. 2020. “Konsep As Syura sebagai Demokrasi Islamâ€. Diakses pada 14 Juli 2020 dari (https://ibtimes.id/konsep-as-syura-sebagai-demokrasi-islam/).

Alterman, Jon B. 1998. New Media, New Politics?: From Satellite Television to the Internet in the Arab world. Washington: Washington Institute for Near East Policy.

Assyaukanie, Luthfi. 2011. Ideologi Islam dan Utopia: Tiga Model Negara Demokrasi di Indonesia. Jakarta: Freedom Institute.

Aulia. 2019. “Stop Membenturkan Islam dengan Pancasilaâ€. Diakses pada 17 Juli 2020 dari (https://www.voa-islam.com/read/citizens-jurnalism/2017/11/14/54323/stop-membenturkan-islam-dengan-pancasila/).

Aziz, Abdul. 2011. Politik Fundamentalis: Majelis Mujahidin Indonesia dan Cita-Cita Penegakan Syariat Islam. Yogyakarta: Institute of International Studies.

Balda, Samsul. 2010. “Islam dan Demokrasiâ€. Diakses pada 5 Juli 2020 dari (https://www.eramuslim.com/berita/analisa/islam-dan-demokrasi.htm#.XzzzB-gzbIV).

Black, Antony. 2001. Pemikiran Politik Islam dari Masa Nabi hingga Kini. Jakarta: Serambi Ilmu.

Burhani, Ahmad N. 2016. “Fundamentalism and Religious Dissent: The LPPI’s Mission to Eradicate the Ahmadiyya in Indonesiaâ€. Indonesia and the Malay World 44(129):145–164.

Campbell, Heidi, dan P. E. Teusner. 2011. Religious Authority in the Age of the Internet. Waco: The Center for Christian Ethics.

DZ, Abdul Munim. 2015. “Teks Deklarasi Hubungan Islam-Pancasila pada Munas NU 1983â€. Diakses pada 9 Agustus 2020 dari (https://www.nu.or.id/post/read/64325/teks-deklarasi-hubungan-islam-pancasila-at-munas-nu-1983).

DZ, Abdul Munim. 2016. “Bunyi Komitmen NU pada Demorkasi dan Pancasila di Muktamar 1967â€. Diakses pada 15 Juli 2020 dari (https://www.nu.or.id/post/read/64734/bunyi-komitmen-nu-pada-demokrasi-pancasila-di-muktamar-1967).

Eickelman, Dale F., dan Jon W. Anderson. 2003. New Media in the Muslim World: The Emerging Public Sphere. Bloomington, IN: Indiana University Press.

Eramuslim.com. 2019. “Reuni Akbar 212 juga Akan Gaungkan Perda Syariahâ€. Diakses pada 8 Juli 2020 dari (https://www.eramuslim.com/berita/nasional/reuni-akbar-212-juga-akan-gaungkan-perda-syariah.htm#.Xz20sugzbIU).

Fadhilah, Rizal. 2019. “Kembali ke Piagam Jakartaâ€. Diakses pada 6 Juli 2020 dari (https://www.eramuslim.com/berita/analisa/kembali-ke-piagam-jakarta.htm#.XzlTBegzbIU).

Fealy, Greg, dan Selly White. 2012. Ustadz Seleb: Bisnis Moral & Fatwa Online Ragam Ekspresi Islam Indonesia Kontemporer. Jakarta: Komunitas Bambu.

Hidyatullah.com. “Sepuluh Ironi Demokrasiâ€. Diakses pada 28 Juli 2020 dari (https://www.hidayatullah.com/kajian/oase-iman/read/2012/09/24/2125/sepuluh-ironi-demokrasi.html).

Irvan, Muhammad Fauzan. 2017. “Apakah Demokrasi Sudah Final?†Diakses pada 16 Juli 2020 dari (https://www.hidayatullah.com/artikel/mimbar/read/2017/08/16/121582/apakah-demokrasi-sudah-final.html/2).

Jacobson, Bob. 1999. “Gimme that Old Time Religionâ€. The Standard: Intelligence for the Internet Economy, June 25.

Kaelan. 2015. Liberalisasi Ideologi Negara Pancasila. Yogyakarta: Paradigma.

Kersten, Karel Peter L.G. 2018. Berebut Wacana: Pergulatan Wacana Umat Islam Indonesia Era Reformasi. Bandung: Mizan.

Khatab, Sayed. 2002. “Hakimiyyah and Jahiliyyah in the Thought of Sayyid Qutbâ€. Middle Eastern Studies 38 (3).

Khoiron, Mahbib. 2019. “Mengapa Rasulullah Menghapus Tujuh Kata Ini dalam Piagam Hudaibiyahâ€. Islamic.co, 22 Juli. Diakses pada 16 Juli 2020 dari (https://islami.co/mengapa-rasulullah-mencoret-tujuh-kata-ini-dalam-piagam-hudaibiyah/).

Kurniawan, Alhafiz. 2019a. “Mun’im DZ: Penghapusan Tujuh Kata Sesuai Sunnah Rasulâ€. Diakses pada 13 Juli 2020 dari (https://nu.or.id/post/read/37996/mun039im-dz-penghapusan-tujuh-kata-sesuai-sunnah-rasul).

Kurniawan, Alhafiz. 2019b. “Sikap Final NU atas Sistem Khilafahâ€. Diakses pada 13 Juli 2020 dari (https://www.nu.or.id/post/read/55481/sikap-final-nu-atas-sistem-khilafah).

Latif, Yudi. 2013. Negara Paripurna. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

Maarif, Ahamad Syafii. 2017. Islam dan Pancasila sebagai Dasar Dasar Negara: Studi Tentang Perdebatan dalam Konstituante. Bandung: Penerbit Mizan dan Maarif Insitute for Culture and Humanity.

Martin, John. 1999. “Congregations Going Online: Internet Increasingly Being Used to Reach the Faithfulâ€. The Washington Post, April 10.

Mujibuddin, M. 2018. “Konstruksi Media dalam Gerakan Islam Populis 212â€, Jurnal Sosiologi Agama 12 (2).

Munte, Abdul Karim. 2018. “Apakah Menolak Perda Syariah Menista Agama?â€. Diakses pada 17 Juli 2020 dari (https://bincangsyariah.com/kalam/apakah-menolak-perda-syariah-menista-agama/).

Mutriyaningsih. 2016. “Menegakkan Khilafah Islamiyah Mewujudkan Rahmah bagi Seluruh Alamâ€. Diakses pada 20 Juli 2020 dari (http://www.voa-islam.com/read/citizens-jurnalism/2016/05/06/43870/menegakkan-khilafah-islamiyah-mewujudkan-rahmah-bagi-seluruh-alam/).

Mustaqim, Muhammad. 2013. “Pergulatan Pemikiran Islam di Ruang Publik Maya (Analisis terhadap Tiga Website Organisasi Islam di Indonesiaâ€. Jurnal Penelitian 7 (2):251-274.

Nahimunkar.org. 2019a. “Falsafah Demokrasi Merusak Islamâ€. Diakses pada 29 Juli 2020 dari (https://www.nahimunkar.org/falsafah-demokrasi-merusak-islam-)

Nahimunkar.org. 2019b “NKRI Bersyariah dan Pancasilaâ€. Diakses pada 1 Agustus 2020 dari (https://www.nahimunkar.org/nkri-bersyariah-dan-pancasila/).

Nahimunkar.org. 2019c. “NKRI Bersyariah Sebenarnya Cita-Cita Pendiri Bangsa Bersama Para Ulamaâ€. Diakses pada 1 Agustus 2020 dari (https://www.nahimunkar.org/nkri-bersyariah-sebenarnya-cita-cita-pendiri-bangsa-bersama-para-ulama/).

NU Online. 2019. “NU Nilai Tak Perlu Perda Syariat Islamâ€. Diakses pada 15 Juli 2020 dari (https://www.nu.or.id/post/read/4606/nu-nilai-tak-perlu-perda-syariat-islam).

NU Online. 2020. “Tirakat KH. Hasyim Asy’ari saat Mentashih Rumusan Pancasila.†Diaksed pada 16 Juli 2020 dari (https://www.nu.or.id/fragmen/tirakat-kh-hasyim-asy-ari-saat-mentashih-rumusan-pancasila-pCc1r).

Pasmah, Yennah. 2012. “Ada Masalah apa dengan Perda Syariah hingga Banyak yang Paranoid?â€. Diakses pada 16 Juli 2020 dari (https://www.hidayatullah.com/redaksi/surat-pembaca/read/2012/06/18/1439/ada-masalah-apa-dengan-perda-syariah-hingga-banyak-yang-paranoid.html).

Tjahjadi, Simon Petrus L. 2014. Petualangan Intelektual. Yogyakarta: Kanisius.

Prasetiadi, Yan S. 2019. “Titik Temu Demokrasi dan Islam, Mungkinkah?â€. Diakses pada 7 Juli 2020 dari (https://www.eramuslim.com/suara-kita/suara-pembaca/titik-temu-demokrasi-dan-islam-mungkinkah.htm#.XzzcMegzbIU).

Rangkuti, Suheri Sahputra. 2020. “Perda Syariah: Problematis dan Diskriminatif.†Diakses pada 28 Juli 2020 dari (https://ibtimes.id/perda-syariah-problematis-dan-diskriminatif/).

Rohimah, Iim. 2017. “Kontestasi Wacana Antara Islam Liberal dan Islam Radikal di Media Online Indonesiaâ€. Tesis. Purwokerto: IAIN Purwokerto.

Roziah, Novia. 2017. “Demokrasi Bertentangan dengan Islam Masih Dibela?â€. Diakses pada 19 Juli 2020 dari (https://www.voa-islam.com/read/citizens-jurnalism/2017/12/28/55142/demokrasi-bertentangan-dengan-islam-masih-dibela/).

Sa’adillah, Rangga. 2012. “Demokrasi Pemerintahan Islamiâ€. Diakses pada 12 Juli 2020 dari (https://www.nu.or.id/post/read/35390/demokrasi-pemerintahan-islami).

Saputra, Hilmi Rizkih. 2020. “Islam dan Pancasila Selaras, Jangan Dibenturkanâ€. Diakses pada 5 Juli 2020 dari (https://ibtimes.id/islam-dan-pancasila-selaras-jangan-dibenturkan/).

Sarwat, Ahmad. 2019a. “Negara Indonesia Negara Jahiliyah?â€. Diakses pada 5 Juli 2020 dari (https://www.eramuslim.com/negara/indonesia-negara-jahiliyyah.htm#.XzA2WCgzbIU).

Sarwat, Ahmad. 2019b. “Apakah Benar Demokrasi itu Sistem Kufur?â€. Diakses pada 5 Juli 2020 dari (https://www.eramuslim.com/negara/apakah-benar-demokrasi-itu-sistem-kufur.htm#.XzVpWygzbIW).

Surianah, Rahmi. 2019. “Menyikapi Tulisan Denny JA: NKRI Bersyariah atau Ruang Publik yang Manusiawiâ€. Diakses pada 17 Juli 2020 dari (https://www.voa-islam.com/read/world-analysis/2019/02/01/61968/menyikapi-tulisan-denny-ja-nkri-bersyariah-atau-ruang-publik-yang-manusiawi/).

Syafiie, Inu Kencana. 2010. Ilmu Politik. Jakarta: Rineka Cipta.

Syaiful. 2013. “Habib Rizieq: Demokrasi Lebih Bahaya dari Babiâ€. Diakses pada 19 Juli 2020 dari(https://www.voa-islam.com/read/hidayatullah/2013/04/01/23846/habib-rizieq-demokrasi-lebih-bahaya-dari-babi/).

Syihab, Al-Habib Muhammad Rizieq bin Husein. 2012. Wawasan Kebangsaan Menuju NKRI Bersyariah. Jakarta: Suara Islam Press.

Tibi, Bassam. 2016. Islam dan Islamisme. Bandung: Mizan.

Thoyibi, M. (ed). 2017. Kontestasi Wacana Keislaman di Dunia Maya: Moderatisme, Ekstremisme, dan Hipernasionalisme. Surakarta: PSBPS.

Wahid, Din., dan Jamhari Makruf. 2017. Suara Salafisme Radio Dakwah di Indonesia. Jakarta: Kencana.

Yamin, Muhammad. 1959. Risalah Sidang BPUPKI. Jakarta: Sekretariat Negara RI.

Zakaria, Soni. 2020. “Membumikan Konsep Pancasila sebagai Dar al Ahdi wa Al Shahadahâ€. Ibtimes.id, 4 Juni. Diakses pada 10 Juli 2020 dari (https://ibtimes.id/membumikan-konsep-pancasila-sebagai-dar-al-ahdi-wa-al-shahadah/).

Downloads

Published

2022-02-06

How to Cite

Mujibuddin, M., & Riza, M. F. (2022). Internet sebagai Ruang Baru Kontestasi Diskursus Agama dan Politik: Kajian atas Diskursus Islam, Demokrasi dan Pancasila pada Website Keislaman Populer di Indonesia. JISPO Jurnal Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik, 11(2), 331–358. https://doi.org/10.15575/jispo.v11i2.14148

Similar Articles

1 2 3 4 5 6 7 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.