Istikhdām Ṭarīqah “Tamyīz” fī Ta`līm Al-Qawā`id li Tarqiyyah Mahārah Al-Qirā’ah li Ṭullāb Ma`had Miftāh Al-Taufīq Bandung

Authors

  • Dedih Wahyudin UIN Sunan Gunung Djati Bandung
  • Raden Heris Sofian UIN Sunan Gunung Djati Bandung
  • Yuni Lutfiani UIN Sunan Gunung Djati Bandung

DOI:

https://doi.org/10.15575/jpba.v5i2.15061

Abstract

Metode pengajaran merupakan salah satu aspek penting dalam penyampaian materi pelajaran. Dalam pengajaran tata bahasa, terdapat beragam cara penyampaiannya, salah satunya adalah metode klasik (sorogan) dan metode Tamyiz. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kemampuan membaca siswa sebelum dan setelah menggunakan metode Tamyiz dalam pembelajaran, dan juga untuk mengetahui perkembangan kemampuan membaca siswa dengan menggunakan metode Tamyiz dalam pembelajaran. Adapun metode penelitian yang digunakan adalah semi-ekperimen. Data diperoleh dan dikumpulkan secara langsung tatap muka dan ujian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan metode Tamyiz dalam pembelajaran tata bahasa dapat meningkatkan kemampuan membaca dengan baik dan efektif dibandingkan dengan metode klasik yang digunakan oleh para mahasiswa yang tinggal di Pondok Pesantren Miftahul Taufiq Bandung. Oleh sebab itu, metode ini merupakan salah satu metode yang baik diterapkan untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam membaca buku-buku berbahasa Arab dan juga menerjemahkannya. Disarankan juga untuk pesantren-pesantren lainnya untuk menggunakan metode khusus dalam pembelajarannya.

Author Biographies

Dedih Wahyudin, UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Pendidikan Bahasa Arab

Raden Heris Sofian, UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Pendidikan Bahasa Arab

Yuni Lutfiani, UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Pendidikan Bahasa Arab

Downloads

Published

15-12-2021

How to Cite

Wahyudin, D., Sofian, R. H., & Lutfiani, Y. (2021). Istikhdām ṬarÄ«qah “TamyÄ«z” fÄ« Ta`lÄ«m Al-Qawā`id li Tarqiyyah Mahārah Al-Qirā’ah li Ṭullāb Ma`had Miftāh Al-TaufÄ«q Bandung. Ta’lim Al-’Arabiyyah: Jurnal Pendidikan Bahasa Arab & Kebahasaaraban, 5(2), 126–139. https://doi.org/10.15575/jpba.v5i2.15061