Problems of Da’wah in Social Media in Gorontalo City Communities
DOI:
https://doi.org/10.15575/idajhs.v13i1.4412Keywords:
Problems, Da'wah, Social MediaAbstract
This study reveals how the reality of da’wah on social media in the people of Gorontalo City, how is the problem of da'wah on social media, and what are the implications of this problem for the future of Islamic da'wah. Through this study, it will be illustrated how social media acts as a medium of da'wah and the problems that occur in it. The results of this qualitative research revealed that besides being used as a means of entertainment and interaction, social media was also used as a medium of da’wah. In general, da’wah on social media such as the implementation of da'wah in the real world even though it is packaged differently. Even so, da’wah on social media has a distinctive form that is in accordance with the character of social media itself, namely in the form of writing and drawing. The problematic da’wah on social media in the people of Gorontalo City is more visible in cyberspace than in the real world. This problem is driven by two main factors, namely the material of da'wah which is inconsistent and vulnerable to infiltration by other elements outside the da'wah and the figure of the prosecutor himself who lacks the scientific capacity to da’wah and has an exclusive religious character that tends to give birth to conflict. The problem of da’wah on social media will be dangerous if it is not resolved completely because it will have negative implications for the future of da'wah itself. The problem of da'wah on social media will cause people to be unsympathetic to Islamic da'wah and cause da'wah to lose opportunities to take advantage of the progress of the times for the development of da'wah.
Penelitian ini mengungkapkan bagaimana realitas dakwah di media sosial di masyarakat Kota Gorontalo, masalah dakwah di media sosial, dan apa implikasi dari masalah ini bagi masa depan dakwah Islam. Melalui penelitian ini, diilustrasikan bagaimana media sosial bertindak sebagai media dakwah dan masalah apa saja yang terjadi di dalamnya. Hasil penelitian kualitatif ini mengungkapkan bahwa selain digunakan sebagai sarana hiburan dan interaksi, media sosial juga digunakan sebagai media dakwah. Secara umum, dakwah di media sosial sama seperti penerapan dakwah di dunia nyata meski dikemas berbeda. Meski begitu, dakwah di media sosial memiliki bentuk khas yang sesuai dengan karakter media sosial itu sendiri, yaitu dalam bentuk tulisan dan gambar. Dakwah yang bermasalah di media sosial di masyarakat Kota Gorontalo lebih terlihat di dunia maya daripada di dunia nyata. Masalah ini didorong oleh dua faktor utama, yaitu bahan dakwah yang tidak konsisten dan rentan terhadap infiltrasi oleh unsur-unsur lain di luar dakwah dan sosok da’i sendiri yang tidak memiliki kapasitas ilmiah untuk berdakwah dan memiliki karakter religius eksklusif yang cenderung melahirkan konflik. Masalah dakwah di media sosial akan berbahaya jika tidak diselesaikan sepenuhnya karena akan berdampak negatif bagi masa depan dakwah itu sendiri. Masalah dakwah di media sosial akan menyebabkan orang tidak simpatik pada dakwah Islam dan menyebabkan dakwah kehilangan kesempatan untuk mengambil keuntungan dari perkembangan zaman untuk pengembangan dakwah.
References
Ahmad, N. (2013). Tantangan Dakwah di Era Teknologi dan Informasi: Formulasi Karakteristik, Popularitas, dan Materi di Jalan Dakwah. Jurnal At-Tabsyir, 1(1). Retrieved from http://journal.stainkudus.ac.id/index.php/komunikasi/article/view/454
Anas, A. (2005). Paradigma Dakwah Kontemporer, Semarang (ID): WalisongoPress IAIN Walisongo.
Ardianto, E., Komala, L., & Karlinah, S. (2014). Komunikasi Massa Suatu Pengantar, Bandung: Simbiosa Rekatama Media.
Aziz, M. A. (2004), Ilmu Dakwah, Jakarta: Kencana
Choliq, A. (2015). Dakwah Melalui Media Sosial Facebook, Jurnal Dakwah Tabligh, 16(2). Retrieved from 170-187. https://doi.org/10.24252/jdt.v16i2.6118
Fakhruroji, M. & Muhaemin, E. (2017). Sikap Akademisi Dakwah Terhadap Internet Sebagai Media Dakwah, Jurnal Sosioteknologi, 16(1). 82-93. Retrieved from http://journals.itb.ac.id/index.php/sostek/article/view/3718
Fatoni, U. & Librianti, E. O. I. (2018). Motif Syekhermania Mengakses Video Dakwah Habib Syech Bin Abdul Qodir Assegafs. Al-Balagh: Jurnal Dakwah dan Komunikasi, 3(1). 1-26. Retrieved from http://ejournal.iainsurakarta.ac.id/index.php/al-balagh/article/view/1086
Habibi, M. (2018). Optimalisasi Dakwah Melalui Media Sosial di Era Milenial. Al-Hikmah: Jurnal Dakwah, 12(1). 101-116. Retrieved from https://jurnaliainpontianak.or.id/ index.php/alhikmah/article/view/1085
Hadisaputra, S. (2012). Problematika Komunikasi Dakwah dan Hambatannya. Jurnal Adzikra, 3(1). 65-74. Retrieved from http://jurnal.uinbanten.ac.id/index.php/ adzikra/article/view/1087/856
Harahap, H. S. & Kurniawati, D. I. (2018). WhattsApp sebagai Media Strategi Komunikasi Ustadzah dalam Menyampaikan Dakwah (Studi Deskriptif Kualitatif “Komunitas Belajar Islam Seru) DiMCC Conference Proceeding, 1.
Hidayatullah, S. (2004). Islam Virtual, Keberadaan Dunia Islam Di Internet, Jakarta: MIFTA.
Karim, A. (2016). Dakwah Melalui Media, Sebuah Tantangan dan Peluang, Jurnal At-Tabsyir Jurnal Komunikasi Penyiaran Islam. 4(1). Retrieved from journal.stainkudus.ac.id/index.php/komunikasi/article/view/2911.
Khoiruzzaman, W. (2016). Urgensi Dakwah Media Cyber Berbasis Peace Journalism. Jurnal Ilmu Dakwah. 36(2). Retrieved from http://journal.walisongo.ac.id/index.php/dakwah/article/view/1775.
Kotler, P. & Keller, K. L. (2016). Handbook of Research of Effective Advertising
Strategies in The Sosial Media Age. Cambridge: IGI Global
Moleong, L. J. (1998). Metode Penelitian Kualitatif, Cet. III. Bandung : PT Remaja Rosdakarya
Musthofa (2016). Prinsip Dakwah via Media Sosial. APLIKASIA, Jurnal Aplikasi Ilmu-ilmu Agama. 16(1). Retrieved from http://ejournal.uin-suka.ac.id/pusat/aplikasia/article/view/1175.
Nurdin (2012). Penggunaan Media Sosial Online dalam Berdakwah: Kemungkinan Adopsi dan Strategi Pemanfaatannya, Jurnal Al-Mishbah 8(1).
Nurdin. (2014). To Dakwah Online or Not To Dakwah Online, Da’I Dilemma in Internet Age. Jurnal Al-Mishbah, 10(1). 21-33. Retrieved from https://almishbahjurnal.com/index.php/al-mishbah/article/view/34.
Nurdin N. R. (2013). Spiritualising New Media: The Use of Social Media for Da’wah Purposes within Indonesian Muslim Scholars. Jurnal Komunikasi Islam, 3(1). Retrieved from https://almishbahjurnal.com/index.php/al-mishbah/article/view/34.
Nurudin (2013). Media Sosial Baru dan Munculnya Revolusi Proses Komunikasi, Jurnal Komunikator, 5(2). Retrieved from http://journal.umy.ac.id/index.php/jkm/article/ view/207.
Omar, F. I. (2014). Penerimaan Media Sosial Sebagai Medium Dakwah Dalam Kalangan Mahasiswa KUIS (Kolej Universiti Islam Antarbangsa Selagor Malaysia). E-proceedings of the Conference on Management and Muamalah (CoMM 2014).
Pardianto. (2013). Meneguhkan Dakwah Melalui New Media. Jurnal Komunikasi Islam 3(2). http://jki.uinsby.ac.id/index.php/jki/article/view/12.
Pertiwi, W. K. (2018). Riset Ungkap Pola Pemakaian Medsos Orang Indonesia.
Kompas. Retrieved from https://tekno.kompas.com/read/2018/03/01/ 10340027/riset-ungkap-pola-pemakaian-medsos-orang-indonesia
Rajab, M. (2014). Dakwah dan Tantangannya dalam Media Teknologi Komunikasi. Jurnal Dakwah Tabligh 15(1). 69-90. Retrieved from http://journal.uin-alauddin.ac.id/index.php/tabligh/article/view/339.
Rubawati, E. (2018). Media Baru : Tantangan dan Peluang Dakwah. Jurnal Studi Komunikasi 2(1). http://dx.doi.org/10.25139/jsk.v2i1.586.
Sadly, E. (2018). Manajemen Dakwah Media Sosial: Telaah Terhadap Perkembangan Metode Dakwah Islam, Jurnal Riset Manajemen dan Bisnis (JRMB) 3(2). 44-50. Retrieved from https://jurnal.uisu.ac.id/index.php/ JRMB/article/ view/902
Sardar, Z. (1996). Information and The Muslim World: A Strategy for The Twenty- First Century, translated by A.E. Priyono dan Iliyas Hasan. Tantangan Dunia Islam Abad 21 Menjangkau Informasi, Cet. VII, Bandung: Mizan
Sirajuddin, M. (2014). Pengembangan Strategi Dakwah Melalui Media Internet. Jurnal Al-Irsyad Al-Nafs, Jurnal Bimbingan Penyuluhan Islam, 1(1). Retrieved from http://journal.uin-alauddin.ac.id/index.php/Al-Irsyad_Al-Nafs/article/ view/2550
Sugiyono (2002). Metode Penelitian Administrasi, Bandung: Alfabeta.
Suharto, (2017), Media Sosial Sebagai Medium Komunikasi Dakwah, Jurnal Al-Mishbah 13(2). 229-244. Retrieved from https://almishbahjurnal.com/index.php/al-mishbah/article/view/86.
Sukardi, A. (2016). Metode Dakwah dalam Mengatasi Problematika Remaja. Jurnal Al-Munzir, 9(1). Retrieved from http://ejournal.iainkendari.ac.id/al-munzir/article/view/774.
Sumbodo, T. (2017) Dakwah dalam Media Sosial, https://www.kompasiana.com/triosumbodo/dakwah-dalam media sosial.
Syafriwaldi (2017). Dakwah dan Masalah Kontemporer. Jurnal Al-Fuad 1(1). 44-53. Retrieved from http://ecampus.iainbatusangkar.ac.id/ojs/index.php/ alfuad/article/view/1156.
Syukir, A. (1983). Dasar-Dasar Strategi Dakwah Islam, Surabaya: Al-Ikhlas.
Taprial, V., & Kanwar, P. (2012). Understanding Sosial Media, London: Ventus Publishing ApS.
Thaib, E. J. (2014). Wartawan sebagai Da’i, Jurnal Dakwah Tabligh 15(2). Retrieved from http://journal.uin-alauddin.ac.id/index.php/tabligh/article/view/ 345.
Wahid, F. (2004). E-Dakwah: Dakwah Melalui Internet, Yogyakarta: Gava Media
Zaini, A. (2013). Dakwah Melalui Internet, At-Tabsyir, Jurnal Komunikasi 1(1). Retrieved from http://journal.stainkudus.ac.id/index.php/komunikasi/ article/view/447
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
Citation Check
License
Authors who publish articles in Ilmu Dakwah: Academic Journal for Homiletic Studies agree to the following terms:
- Authors retain copyright of the article and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a CC-BY-SA or The Creative Commons AttributionShareAlike License.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgment of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).